30 Juni 2011

Bogor MTB Adventure (10) Kampung Budaya Sindangbarang



Tujuan kali ini Kampung Budaya Sindangbarang - Pasir Eurih. Sudah beberapa kali kami ke tempat ini. Kali ini kami mengambil jalur yang sedikit ekstrim. Naik bukit terjal, menyusuri sungai kecil sampai nyebrang sungai berbatu.
Kampung Budaya Sindangbarang atau lebih dikenal KBS adalah sebuah desa adat sunda yang berada di sebuah perkampungan di Desa Pasir Eurih, Ciapus. Setiap tahun diadakan acara Seren Taun yang dihadiri oleh ribuan pengunjung. Acara ini merupakan bentuk ucapan terima kasih kepada yang Maha Kuasa atas limpahan berkah kepada umat manusia.


 
Melewati sungai
Tiba di KBS
Rumah adat di KBS
Foto keluarga sebelum pulang :)

Bogor MTB Adventure (8) :Tour De Bojonggede

Kali ini kami akan mengikuti Tour De Bojonggede. Tepat pukul 6.30 dan sampai di lokasi yaitu Bukit Waringin Bojonggede jam 7.20, sepeluh menit sebelum dimulai. Disana sudah hadil ratusan bikers dari berbagai wilayah di Jabotabek.
Start dimulai sekitar jam 08.00. Trek melewati jalan utama perumahan yang berbatu, memasuki jalur tanah, kebun, kerikil dan aspal. Trek cukup bervariasi. Kami termasuk kloter pertama yang mengikuti rombongan. Dan akhirnya setelah menempuh kurang lebih 25 km, kita finish tepat jam 10.20. Kemudian dilanjutkan dengan hiburan dan doorprize.
Salut untuk panitia, yang dapat menyelenggarakan acara dengan baik, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya kami mengucapkan terimakasih atas penyelenggaraan ini. Walaupun tanpa uang pendaftaran alias Gratis, peserta mendapatkan snack, drink dan pin serta hadiah doorprize yang lumayan banyak. Mungkin ada masukan untuk menyelenggarakan event ini kedepan, perlu adanya rambu-rambu yang jelas, kabarnya kemarin banyak peserta yang nyasar karena kurang atau hilangnya rambu-rambu tersebut.
Menyantap snack sebelum start
Siap-siap, start your dengkul!
Teman-teman dari B2W Bogor (courtesy : Ferdy Hidayat)

Bogor MTB Adventure (9) :Menjajal Trek Jalur Pipa Gas, Serpong

Kali ini kami mengadakan tour ke Serpong, Tangerang untuk menjajal trek yang sudah legendaris, Trek JPG (Jalur Pipa Gas) di wilayah Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangerang - Banten. Dari Bogor start jam 07.00, perjalanan ditempuh 1,5 jam lewat Parung. Sampai disana, Pak Budi, teman sekantor- sudah menanti untuk jadi mentor. Sebelum menjajal trek, kita briefing sebentar mengenai jalur trek JPG ini. Pak Budi menjelaskan bahwa trek ini merupakan sebuah trek tehnikal, trek penuh dengan jalur ekstrem, mulai dari turunan curam, tikungan s sampai roller coaster. Rem harus siap, begitu pula mental. Sebelum start, seperti biasa menbaca doa terlebih dahulu dan foto bersama.
Dan perjalanan pun dimulai, memasuki trek yang berdebu dan meliuk-liuk, belum 1 km seorang teman sudah putus rantai pada sebuah tanjakan. Perjalanan dihentikan sejenak. Pak Budi dengan sigap membetulkan rantai yang putus. Terdengar "qiqiqiqi.." yang merupakan tanda bahwa bikers lain akan lewat. Wuih ternyata ada lady bikers juga. Perjalanan dilanjutkan. Satu orang lagi kecebur sawah. Satu lagi jatuh saat turunan. Ada yang putus rantai lagi. Istirahat lagi sambil minum es cendol yang lewat. Terdengar lagi "qiqiqiqiqi..." Ternyata lady bikers tadi. Kita sudah di overlap.
Start dimulai
Sampai-lah kita di roller coaster. Sebuah jalur bekas sungai, yang membentuk huruf U. Disini benar-benar uji nyali. Trek dengan turunan tajam dengan kemiringan 70 derajat dan nanjak sekitar 70 derajat juga. Trik-nya adalah, hilangkan rasa takut, posisi gigi paling rendah, jangan gunakan rem, karena kecepatan pada saat turun digunakan untuk nanjak yang terjadi tadi. Beberapa bikers lolos, ada yang 100% lolos tanpa bantuan, ada yang 90% lolos tapi telat gowes jadi perlu didorong saat nanjak, ada juga yang gagal alias jatuh saat turun. Resikonya cukup tinggi juga kalo jatuh, ada kabar sebelumnya ada bikers yang cedera cukup parah pada pagi harinya.
Rizal Junior, lolos di Roller Coaster
Setelah itu perjalanan dilanjutkan kembali, pada trek yang disebut tikungan S, satu orang teman kembali jatuh berguling-gulingan, sampai ban belakang lepas. Wuih, mengerikan! "qiqiqiqiq..." lady bikers lewat lagi. Sudah di overlap dua kali.

Setelah itu, trek relatif aman, dan akhirnya sampailah finish di warung Mpo Cafe. Istirahat sejenak sambil melepas lelah sambil minum dan makan siang. Beberapa bikers ada yang mencoba 1-2 lap lagi. Cukup melelahkan tapi puas. Jam 13.00 kita kembali ke Bogor.
Qiqiqiqiqi...


Istirahat di Mpo Cafe
Menyusun sepeda ke pick-up

Bogor MTB Adventure (7) : Berakit-rakit ke Hulu, Nanjak Kemudian

Tour kali ini mengambil rute barudari Griya Melati - Carang Pulang - nyebrang rakit - Bantar Kambing - Ciampea - IPB - Situgede - Hutan CIFOR - Griya Melati. Tour diikuti 10 anggota GMFC, sebagian anggota berhalangan karena ada yang masih kerja, mengantar anak sekolah dan masih ada yang cedera.
Etape GM - Carang Pulang masih lancar, yang seru pada saat akan menyebrang sungai, medan curam dan licin, disinilah manfaatnya punya sepeda ringan, tinggal diangkut saja!
Turunan curam menghadang

Pengalaman naik rakit merupakan pengalaman yang tidak terlupakan, bahkan sebagian anggota baru merasakan baik rakit. Setelah menyebrang, tantangan berikut menghadang, tanjakan terjal! lagi-lagi sepeda ringan jadi andalan!


Kloter 2: Pak Haji Lubis dan Kang Harris
Kloter 4: Pak Dede dan Pak Akbar
Kloter 5: Rizal & Taufik (unitedbike club)

Sampai diatas setelah mengambil nafas sejenak, perjalanan dilanjutkan, tanjakan-tanjakan ringan dilahap peserta dengan mudah, sampailah kita di Pasar Ciampea. Tanpa diduga di pasar ini kita terjebak macet, bukan hanya di Jakarta saja yang macet, disini juga bisa macet, terpaksa kita melewati jalan-jalan kecil dipasar sambil mengangkat-angkat sepeda. Disini salah seorang peserta mengalami kejadian unik, dia melihat kentang sebesar buah kelapa! Peserta lain banyak yang heran, karena mereka tidak melihatnya. Setelah dijelaskan, ternyata pandangannya mulai berkunang-kunang akibat terlalu lelah...:-)
Sampai di Jalan Raya Ciampea, kita berada diantara angkot-angkot, truk, motor dan kendaraan lainnya. Cukup sewot juga karena mereka sering memepet-mepet sepeda kita. Dan akhirnya setelah istirahat beberapa kali, kita istirahat beneran dan dilanjutkan dengan : Makan! Ga tau makanannya enak atau cape, yang jelas semua peserta makannya pada nambah. "Biasanya kalo dirumah, saya makan ga pernah nambah!" begitu ucap salah seorang peserta.
Perjalanan dilanjutkan menuju Situgede melalui IPB dan turunan Asrama Putra (biasanya nanjak!). Sesampainya di Situgede, kita kembali istirahat. Ada beberapa mahasiswa/i sedang melakukan riset tentang Hutan CIFOR, beberapa peserta diinterview untuk riset mereka. Perjalanan kembali dilanjutkan melalui Hutan CIFOR, menghirup kembali udara segar setelah menghirup gas-gas karbon dioksida dari knalpot-knalpot angkot dan truk di Jalan Raya Ciampea. Sebelum sampai GM, beberapa peserta memandikan dulu sepedanya agar bersih kembali. Dan akhirnya, tepat jam 12.00 kita kembali ke Griya Melati. Amazing, great experience!

Bogor MTB Adventure (6) : Cross Country Lewat Rencana Jalan Tol Lingkar Luar

Cuaca masih mendung, jam 07.00 pagi masih serasa jam 06.59 (beda dikit dong)

Jam 08.00 tepat kita sudah berada di pertigaan Tugu Narkoba, titik poin menuju jalan tol yang belum jadi. Saat akan masuk gerbang, terdengar raungan sekitar 10 buah motorcross yang akan masuk ke area yang sama. Ternyata mereka mau cross country juga.

Setelah berfoto sejenak, akhirnya kita memasuki area yang dituju, jalanan murni tanah merah basah. 1 km pertama masih datar, saat masuk ke sebuah underpass, kondisi medan cukup sulit, karena tidak ada jalan yang tembus, orang jalannya aja baru mau dibikin, akhirnya kita tembus melalui jalan setapak, bener-bener jalan setapak dengan lebar kurang lebih 20 cm dan jurang 8 meter disebelah kiri-kanan jalan...

Sepeda rasanya berat, karena tanah sudah memenuhi ban depan, belakang dan selalu menyangkut di didudukan rem. Ban jadi seperti donat. Bedanya kalo donat bisa dimakan, kalo yang ini kagak...

Dijalan kita bertemu dengan kendaraan-kendaraan kelas berat, seperti back hoe, truk-truk pengangkut beton, dan ada juga truk yang sedang berusaha lolos dari cengkraman lumpur alias selip (berasal dari kata slippery yang berarti licin, ingat album Bon Jovi, Slippery When Wet – Licin Ketika Basah).

Akhirnya, setelah ber cross country, bergulat dengan lumpur, sampai juga di Sentul Selatan. Dari jauh terlihat masjid-nya Arifin Ilham dengan indahnya, dengan sungai yang masih jernih dibawahnya. Disana terdapat perumahan Bukit Azzikra, sebuah perumahan islami yang diprakasai oleh Ustad Arifin Ilham. Selain ada masjid, juga direncanakan hotel yang berkonsep syariah, Islamic center, pondok pesantren, dan sport center. Semuanya diatur dengan konsep syariah. Kehidupan modern, kesibukan, dan rutinitas sering kali membuat orang abai dan lalai pada nilai-nilai agama. Sekarang ada kecenderungan masyarakat modern ingin kembali pada kehidupan bernilai-nilai agama yang sebelumnya kurang diperhatikan. Salah satu cara untuk mengembalikan dan menghadirkan kembali hal itu bisa dilakukan lewat komunitas di kawasan hunian.
Konsep lingkungan tempat tinggal yang Islami adalah jawabannya. Inilah yang sejak dua tahun lalu dikonsep oleh Ustaz Arifin Ilham, pengasuh dan pimpinan Majelis Zikir Az Zikra. Bersama sejumlah aktivis lainnya, Arifin Ilham membuat konsep sebuah hunian yang didesain secara Islami, baik arsitekturnya maupun lingkungan kehidupannya. Di dalamnya terdapat simbol-simbol keislaman sekaligus tata pergaulan dan kehidupan yang Islami.
Jam 10.00 kita sudah sampai di tujuan. 2 jam waktu yang cukup lama melewati jalur dengan jarak 3,7 kilometer. Itu menunjukkan betapa beratnya medan yang dilalui.
Kita pulang melewati perumahan Grand Sentul City yang sedang dibangun. Sempat berinteraksi dengan para pekerja disana, eh ternyata masih sekampung dengan Pak Otta. Ti Bandung oge euy..
Kita mencoba nakal saat memasuki area Jalan Tol Jagorawi. Kita mencoba jalur baru dengan memasuki jalur hijau jalan tol. Bener-bener jalur hijau karena kita bersepeda di rumput-rumput pinggir jalan tol. Melihat jalan tol yang macet (jalan tol kok macet ya..) , melihat orang-orang yang heran dengan keberadaan kita disana.
”KEPADA YANG SEDANG BERSEPEDA DI JALAN TOLL !!!” sebuah mobil PJR lewat dengan pengeras suara memperingati. Tanpa ba-bi-bu lagi kita segera mencari jalan yang aman untuk menghindar dari petugas tadi. Kalo ketangkep, urusannya bisa panjang.
Setelah keluar dari jalan tol, kita masuk jalan kampung dan akhirnya keluar di Tanah Baru. Sampai akhirnya tiba waktunya berwisata kuliner. Kali ini kita mencoba Baso Gulung di Jalan Palayu Bantarjati. Rasanya lumayan lah, sempet dibekel buat anak dan isteri di rumah. Setelah kenyang akhirnya kita lanjut menuju arah pulang, melewati Perumahan Indraprasta, Warung Jambu, Jalan Baru, Taman Yasmin dan akhirnya sampai di Griya Melati. Tidak lupa sebelumnya mencuci sepeda yang sudah ga karuan akibat bergulat dengan lumpur.