30 Juni 2011

Bogor MTB Adventure (2) : Gowes Gadog - Rindu Alam

Ya Gadog-Rindu Alam. Bukan Rindu Alam - Gadog seperti biasanya. Rencanannya kami akan gowes nandjak dari Gadog menuju Rindu Alam melalui jalan raya. Mencoba menaklukkan tanjakan-tanjakan di kawasan puncak. Diantara kami, baru Bung Petrus dan Bung Agung saja yang sudah mencoba jalur ini, yang lainnya Bung Otta, Bung Uwi, Bung Dede, Bung Nurdin dan saya belum pernah. "Ya kalo ga' kuat sampai Taman Safari aja", ujar Bung Dede.

Kami sudah berkumpul di Tugu Kujang sejam jam 6.30. Setengah jam berikutnya kami bertujuh sudah siap berangkat. Jalur yang dilalui melalui Perumahan Danau Bogor Raya, kemudian menelusuri jalan ke arah Gadog dengan menyebrangi Sungai Ciliwung. Istirahat sejenak disamping rest area Gadog, sambil menunggu Mang Otta dan Mang Harris sarapan nasi kuning. Sedangkan yang lainnya sudah ngabubur saat di Tugu Kujang tadi. Stamina sudah mulai terkuras, "Kita bukan hanya gowes Gadog - Rindu Alam, tapi Tugu Kujang - Rindu Alam", kelakar Mang Uwi.

Jam menunjukkan angka 8 saat kita memulai perjalanan kembali. Kami mengambil jalan memotong lewat belakang Mess Danamon, menelusuri sisi sungai Ciliwung yang masih jernih. Tidak berapa lama kita sudah sampai di jembatan Gadog. Disini perjalanan sesungguhnya dimulai. Tanjakan-tanjakan menghadang, seolah tiada habisnya. Menemukan jalan datar saja seperti menemukan jalan menurun. Jalanan sudah mulai ramai. Bis-bis mulai wara-wiri, sirine polisi yang mengawal pejabat atau siapa lah- meraung-raung memekakkan telinga. Namun sepertinya mereka tidak peduli dengan kehadiran 7 bikers yang mencoba berbagi jalan menuju puncak. Bung Otta dan Bung Ridwan hampir diserempet motor. Bung hampir menabrak angkot dan saya terjerembab dipepet bis. Mental bener-bener diuji. Selang beberapa lama, akhirnya kita tiba di pompa bensin Cibogo.

Dengan kondisi diatas, ditambah cuaca mulai panas, polusi dari bis-bis penghasil karbon dan stamina yang sudah mulai drop, sepertinya perjalanan sulit untuk dilanjutnya. "Taman Safari tinggal 5km", ujar Bung Petrus sambil mengecek GPS-nya. "Tapi jalannya begini!" jawab Bung Uwi sambil menunjuk keatas. Akhirnya, dengan pertimbangan kondisi diatas, kita sepakat untuk balik kanan, kembali ke Bogor rencananya lewat Rancamaya.

Dalam hitungan menit kita sudah sampai di Baso Seuseupan. Jam menunjukkan angka 9. Waktu yang aneh buat ngebakso. Cocoknya ngemie ayam aja hehehe. Rencananya mau nyaingin 1PDN (Ikatan Penikmat Djalan Nandjak) , jadinya ITAPEKU (Ikatan Penggemar Kuliner) hihihi.. Salut deh buat teman-teman yang sudah menaklukan Gadog-Rindu Alam seperti Bung Dhani, Bung Jusa, Bung Oni, Bung Rio, Bung Thomas, Bung Audi Sr dan beberapa gowelers lainnya. Tips-nya bukan melulu soal teknik. Bukan soal spec sepeda. Bukan soal stamina, tapi mental man, mental. Salute buat mereka!
Dan akhirnya tiba juga di Rancamaya Golf anf Country Estate. Pemandangan yang asri dan segar membuat beberapa bikers sudah menyiapkan aksinya buat photo session, foto keluarga. Sempat juga ditegur satpam karena itu. Perjalanan kembali dilanjutkan, kami melewati komplek kuburan Cina yang megah-megah. "Ga di foto Bung Dede?" tanya saya. "Enggak ah, takut kualat!" jawabnya sambil ngacir, soalnya turunan.
Foto keluarga di Rancamaya sebelum diusir satpam :)

0 komentar: