30 Juni 2011

Bogor MTB Adventure (10) Kampung Budaya Sindangbarang



Tujuan kali ini Kampung Budaya Sindangbarang - Pasir Eurih. Sudah beberapa kali kami ke tempat ini. Kali ini kami mengambil jalur yang sedikit ekstrim. Naik bukit terjal, menyusuri sungai kecil sampai nyebrang sungai berbatu.
Kampung Budaya Sindangbarang atau lebih dikenal KBS adalah sebuah desa adat sunda yang berada di sebuah perkampungan di Desa Pasir Eurih, Ciapus. Setiap tahun diadakan acara Seren Taun yang dihadiri oleh ribuan pengunjung. Acara ini merupakan bentuk ucapan terima kasih kepada yang Maha Kuasa atas limpahan berkah kepada umat manusia.


 
Melewati sungai
Tiba di KBS
Rumah adat di KBS
Foto keluarga sebelum pulang :)

Bogor MTB Adventure (8) :Tour De Bojonggede

Kali ini kami akan mengikuti Tour De Bojonggede. Tepat pukul 6.30 dan sampai di lokasi yaitu Bukit Waringin Bojonggede jam 7.20, sepeluh menit sebelum dimulai. Disana sudah hadil ratusan bikers dari berbagai wilayah di Jabotabek.
Start dimulai sekitar jam 08.00. Trek melewati jalan utama perumahan yang berbatu, memasuki jalur tanah, kebun, kerikil dan aspal. Trek cukup bervariasi. Kami termasuk kloter pertama yang mengikuti rombongan. Dan akhirnya setelah menempuh kurang lebih 25 km, kita finish tepat jam 10.20. Kemudian dilanjutkan dengan hiburan dan doorprize.
Salut untuk panitia, yang dapat menyelenggarakan acara dengan baik, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya kami mengucapkan terimakasih atas penyelenggaraan ini. Walaupun tanpa uang pendaftaran alias Gratis, peserta mendapatkan snack, drink dan pin serta hadiah doorprize yang lumayan banyak. Mungkin ada masukan untuk menyelenggarakan event ini kedepan, perlu adanya rambu-rambu yang jelas, kabarnya kemarin banyak peserta yang nyasar karena kurang atau hilangnya rambu-rambu tersebut.
Menyantap snack sebelum start
Siap-siap, start your dengkul!
Teman-teman dari B2W Bogor (courtesy : Ferdy Hidayat)

Bogor MTB Adventure (9) :Menjajal Trek Jalur Pipa Gas, Serpong

Kali ini kami mengadakan tour ke Serpong, Tangerang untuk menjajal trek yang sudah legendaris, Trek JPG (Jalur Pipa Gas) di wilayah Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangerang - Banten. Dari Bogor start jam 07.00, perjalanan ditempuh 1,5 jam lewat Parung. Sampai disana, Pak Budi, teman sekantor- sudah menanti untuk jadi mentor. Sebelum menjajal trek, kita briefing sebentar mengenai jalur trek JPG ini. Pak Budi menjelaskan bahwa trek ini merupakan sebuah trek tehnikal, trek penuh dengan jalur ekstrem, mulai dari turunan curam, tikungan s sampai roller coaster. Rem harus siap, begitu pula mental. Sebelum start, seperti biasa menbaca doa terlebih dahulu dan foto bersama.
Dan perjalanan pun dimulai, memasuki trek yang berdebu dan meliuk-liuk, belum 1 km seorang teman sudah putus rantai pada sebuah tanjakan. Perjalanan dihentikan sejenak. Pak Budi dengan sigap membetulkan rantai yang putus. Terdengar "qiqiqiqi.." yang merupakan tanda bahwa bikers lain akan lewat. Wuih ternyata ada lady bikers juga. Perjalanan dilanjutkan. Satu orang lagi kecebur sawah. Satu lagi jatuh saat turunan. Ada yang putus rantai lagi. Istirahat lagi sambil minum es cendol yang lewat. Terdengar lagi "qiqiqiqiqi..." Ternyata lady bikers tadi. Kita sudah di overlap.
Start dimulai
Sampai-lah kita di roller coaster. Sebuah jalur bekas sungai, yang membentuk huruf U. Disini benar-benar uji nyali. Trek dengan turunan tajam dengan kemiringan 70 derajat dan nanjak sekitar 70 derajat juga. Trik-nya adalah, hilangkan rasa takut, posisi gigi paling rendah, jangan gunakan rem, karena kecepatan pada saat turun digunakan untuk nanjak yang terjadi tadi. Beberapa bikers lolos, ada yang 100% lolos tanpa bantuan, ada yang 90% lolos tapi telat gowes jadi perlu didorong saat nanjak, ada juga yang gagal alias jatuh saat turun. Resikonya cukup tinggi juga kalo jatuh, ada kabar sebelumnya ada bikers yang cedera cukup parah pada pagi harinya.
Rizal Junior, lolos di Roller Coaster
Setelah itu perjalanan dilanjutkan kembali, pada trek yang disebut tikungan S, satu orang teman kembali jatuh berguling-gulingan, sampai ban belakang lepas. Wuih, mengerikan! "qiqiqiqiq..." lady bikers lewat lagi. Sudah di overlap dua kali.

Setelah itu, trek relatif aman, dan akhirnya sampailah finish di warung Mpo Cafe. Istirahat sejenak sambil melepas lelah sambil minum dan makan siang. Beberapa bikers ada yang mencoba 1-2 lap lagi. Cukup melelahkan tapi puas. Jam 13.00 kita kembali ke Bogor.
Qiqiqiqiqi...


Istirahat di Mpo Cafe
Menyusun sepeda ke pick-up

Bogor MTB Adventure (7) : Berakit-rakit ke Hulu, Nanjak Kemudian

Tour kali ini mengambil rute barudari Griya Melati - Carang Pulang - nyebrang rakit - Bantar Kambing - Ciampea - IPB - Situgede - Hutan CIFOR - Griya Melati. Tour diikuti 10 anggota GMFC, sebagian anggota berhalangan karena ada yang masih kerja, mengantar anak sekolah dan masih ada yang cedera.
Etape GM - Carang Pulang masih lancar, yang seru pada saat akan menyebrang sungai, medan curam dan licin, disinilah manfaatnya punya sepeda ringan, tinggal diangkut saja!
Turunan curam menghadang

Pengalaman naik rakit merupakan pengalaman yang tidak terlupakan, bahkan sebagian anggota baru merasakan baik rakit. Setelah menyebrang, tantangan berikut menghadang, tanjakan terjal! lagi-lagi sepeda ringan jadi andalan!


Kloter 2: Pak Haji Lubis dan Kang Harris
Kloter 4: Pak Dede dan Pak Akbar
Kloter 5: Rizal & Taufik (unitedbike club)

Sampai diatas setelah mengambil nafas sejenak, perjalanan dilanjutkan, tanjakan-tanjakan ringan dilahap peserta dengan mudah, sampailah kita di Pasar Ciampea. Tanpa diduga di pasar ini kita terjebak macet, bukan hanya di Jakarta saja yang macet, disini juga bisa macet, terpaksa kita melewati jalan-jalan kecil dipasar sambil mengangkat-angkat sepeda. Disini salah seorang peserta mengalami kejadian unik, dia melihat kentang sebesar buah kelapa! Peserta lain banyak yang heran, karena mereka tidak melihatnya. Setelah dijelaskan, ternyata pandangannya mulai berkunang-kunang akibat terlalu lelah...:-)
Sampai di Jalan Raya Ciampea, kita berada diantara angkot-angkot, truk, motor dan kendaraan lainnya. Cukup sewot juga karena mereka sering memepet-mepet sepeda kita. Dan akhirnya setelah istirahat beberapa kali, kita istirahat beneran dan dilanjutkan dengan : Makan! Ga tau makanannya enak atau cape, yang jelas semua peserta makannya pada nambah. "Biasanya kalo dirumah, saya makan ga pernah nambah!" begitu ucap salah seorang peserta.
Perjalanan dilanjutkan menuju Situgede melalui IPB dan turunan Asrama Putra (biasanya nanjak!). Sesampainya di Situgede, kita kembali istirahat. Ada beberapa mahasiswa/i sedang melakukan riset tentang Hutan CIFOR, beberapa peserta diinterview untuk riset mereka. Perjalanan kembali dilanjutkan melalui Hutan CIFOR, menghirup kembali udara segar setelah menghirup gas-gas karbon dioksida dari knalpot-knalpot angkot dan truk di Jalan Raya Ciampea. Sebelum sampai GM, beberapa peserta memandikan dulu sepedanya agar bersih kembali. Dan akhirnya, tepat jam 12.00 kita kembali ke Griya Melati. Amazing, great experience!

Bogor MTB Adventure (6) : Cross Country Lewat Rencana Jalan Tol Lingkar Luar

Cuaca masih mendung, jam 07.00 pagi masih serasa jam 06.59 (beda dikit dong)

Jam 08.00 tepat kita sudah berada di pertigaan Tugu Narkoba, titik poin menuju jalan tol yang belum jadi. Saat akan masuk gerbang, terdengar raungan sekitar 10 buah motorcross yang akan masuk ke area yang sama. Ternyata mereka mau cross country juga.

Setelah berfoto sejenak, akhirnya kita memasuki area yang dituju, jalanan murni tanah merah basah. 1 km pertama masih datar, saat masuk ke sebuah underpass, kondisi medan cukup sulit, karena tidak ada jalan yang tembus, orang jalannya aja baru mau dibikin, akhirnya kita tembus melalui jalan setapak, bener-bener jalan setapak dengan lebar kurang lebih 20 cm dan jurang 8 meter disebelah kiri-kanan jalan...

Sepeda rasanya berat, karena tanah sudah memenuhi ban depan, belakang dan selalu menyangkut di didudukan rem. Ban jadi seperti donat. Bedanya kalo donat bisa dimakan, kalo yang ini kagak...

Dijalan kita bertemu dengan kendaraan-kendaraan kelas berat, seperti back hoe, truk-truk pengangkut beton, dan ada juga truk yang sedang berusaha lolos dari cengkraman lumpur alias selip (berasal dari kata slippery yang berarti licin, ingat album Bon Jovi, Slippery When Wet – Licin Ketika Basah).

Akhirnya, setelah ber cross country, bergulat dengan lumpur, sampai juga di Sentul Selatan. Dari jauh terlihat masjid-nya Arifin Ilham dengan indahnya, dengan sungai yang masih jernih dibawahnya. Disana terdapat perumahan Bukit Azzikra, sebuah perumahan islami yang diprakasai oleh Ustad Arifin Ilham. Selain ada masjid, juga direncanakan hotel yang berkonsep syariah, Islamic center, pondok pesantren, dan sport center. Semuanya diatur dengan konsep syariah. Kehidupan modern, kesibukan, dan rutinitas sering kali membuat orang abai dan lalai pada nilai-nilai agama. Sekarang ada kecenderungan masyarakat modern ingin kembali pada kehidupan bernilai-nilai agama yang sebelumnya kurang diperhatikan. Salah satu cara untuk mengembalikan dan menghadirkan kembali hal itu bisa dilakukan lewat komunitas di kawasan hunian.
Konsep lingkungan tempat tinggal yang Islami adalah jawabannya. Inilah yang sejak dua tahun lalu dikonsep oleh Ustaz Arifin Ilham, pengasuh dan pimpinan Majelis Zikir Az Zikra. Bersama sejumlah aktivis lainnya, Arifin Ilham membuat konsep sebuah hunian yang didesain secara Islami, baik arsitekturnya maupun lingkungan kehidupannya. Di dalamnya terdapat simbol-simbol keislaman sekaligus tata pergaulan dan kehidupan yang Islami.
Jam 10.00 kita sudah sampai di tujuan. 2 jam waktu yang cukup lama melewati jalur dengan jarak 3,7 kilometer. Itu menunjukkan betapa beratnya medan yang dilalui.
Kita pulang melewati perumahan Grand Sentul City yang sedang dibangun. Sempat berinteraksi dengan para pekerja disana, eh ternyata masih sekampung dengan Pak Otta. Ti Bandung oge euy..
Kita mencoba nakal saat memasuki area Jalan Tol Jagorawi. Kita mencoba jalur baru dengan memasuki jalur hijau jalan tol. Bener-bener jalur hijau karena kita bersepeda di rumput-rumput pinggir jalan tol. Melihat jalan tol yang macet (jalan tol kok macet ya..) , melihat orang-orang yang heran dengan keberadaan kita disana.
”KEPADA YANG SEDANG BERSEPEDA DI JALAN TOLL !!!” sebuah mobil PJR lewat dengan pengeras suara memperingati. Tanpa ba-bi-bu lagi kita segera mencari jalan yang aman untuk menghindar dari petugas tadi. Kalo ketangkep, urusannya bisa panjang.
Setelah keluar dari jalan tol, kita masuk jalan kampung dan akhirnya keluar di Tanah Baru. Sampai akhirnya tiba waktunya berwisata kuliner. Kali ini kita mencoba Baso Gulung di Jalan Palayu Bantarjati. Rasanya lumayan lah, sempet dibekel buat anak dan isteri di rumah. Setelah kenyang akhirnya kita lanjut menuju arah pulang, melewati Perumahan Indraprasta, Warung Jambu, Jalan Baru, Taman Yasmin dan akhirnya sampai di Griya Melati. Tidak lupa sebelumnya mencuci sepeda yang sudah ga karuan akibat bergulat dengan lumpur.

Bogor MTB Adventure (5) : Menjajal Trek Sebex Gunung Pancar

Jam 07.30 kita start dari GM, karena teman dari kantor yang mau gabung sudah sampai di Belllanova Mall, kita ngebut lewat Yasmin – Jalan Baru – Pandu – Sukaraja – Pinggir Tol – Bellanova. Sampai disana jam 08.45. Perjalanan ditempuh dalam waktu 45 menit tanpa istirahat. Sampai di Bellanova langsung gabung dan istirahat dulu sambil makan bubur ayam. Perjalanan dilanjut jam 9.30 dengan menyusuri jalan utama Sentul City sampai Alam Fantasia. Jalan mulus dan nandjak terus. Sampai di Alam Fantasia satu teman bermasalah dan kembali ke Bellanova. Tinggal berempat yang masih terus jalan.
Kita mencoba jalur baru, jadi banyak bertanya dijalan dan sempat nyasar juga, padahal udah nanjak banget. Sampe akhirnya ketemu pertigaan yang satu lewat jalan raya dan satu lagi lewat jalan hutan dan tembus ke Gunung Pancar lewat belakang. Berhubung takut nyasar lagi akhirnya kita putuskan lewat jalan raya saja, lewat jalan super nandjak. Sempat istirahat beberapa kali karena cuaca amat sangat cerah ceria alias panas banged. Dan akhirnya sampai juga di Gerbang Masuk Gunung Pancar, lewat hutan pinus dan finish di Sebex Bike Park tepat pukul 12.00 siang. Pas waktunya makan siang dan ngopi plus nger*k*k..
Sebex Bike Park (Sebex = Sentul Bike Extreme) adalah sebuah track downhill yang berada di Gunung Pancar yang dikelola oleh Jakarta Downhill Community. Siapa saja boleh pake,asal memenuhi syarat yaitu menggunakan sepeda yang sehat, helm fullface, body protector, knee protector, elbow, dll. Cukup bayar Rp 5,000,- boleh pake track seharian kalo ga’ kecapean. Kita juga sempet coba dan ternyata enak juga. Namun perlu ekstra hati-hati supaya tidak jatuh. Kalo jatuh, badan bisa bonyok, sepeda juga penyok!!
Perjalanan dilanjut dengan menyusuri jalan tanah campur batu. Kita turun lewat jalur belakang dan ketemu pertigaan yang tadi. Lewat jalan Babakan Madang yang rusak dan berdebu (ternyata lebih enak lewat jalan sentul city tadi). Sampai di Bellanova, istirahat sejenak di tenda Rodalink, kemudian dilanjut ke Bogor lewat jalur tadi, namun kali ini setelah Bogor Baru kita lurus lewat Sempur – Kebun Raya – Istana – sampai Stasiun Bogor sekalian mengantar teman yang mau pulang naik kereta ke Jakarta. Kebetulan ketemu bikers yang sama-sama akan ke Jakarta juga, jadi sekalian bareng deh. Setelah itu kita lanjut pulang lewat Semeru – Cilendek – dan akhirnya sampe juga di GM.
Welcome to Sebex MTB Park
Siap-siap meluncur. Berani?

Bogor MTB Adventure (4) : Curug Nangka

Curug Nangka merupakan salah satu objek wisata alam yang berada di Kabupaten Bogor, tepatnya terletak di Desa Ciapus, Bogor. Dikawasan ini juga terdapat Curug Daun dan Curug Kawung yang lokasinya berada diatas Curug Nangka. Lokasi ini dapat dicapai dari Ciapus. Bagi pengunjung baru mungkin agak susah karena cukup sulit menemukan penunjuk arah ke kawasan wisata ini. Dengan tiket masuk Rp 4,000,- kita sudah bisa menikmati suasana curug yang begitu indah, bahkan bisa mandi dan berendam dengan air yang segar dan dingin. Pada hari minggu atau libur suasana akan bertambah ramai, biasanya pengunjung yang datang adalah remaja yang menggunakan motor yang datang beramai-ramai yang berasal dari pinggiran kota Jakarta. Namun ada juga yang datang bersama keluarga. Cuma ada 2 kelompok yang datang menggunakan sepeda, salah satunya adalah kami.

Sesaat setelah tiba di Curug Nangka
Istirahat sejenak

...dan byur nyemplung ke curug :)

Bogor MTB Adventure (3) : Menikmati Keindahan Gunung Geulis

Kali ini kami berencana gowes santai ke Gunung Geulis, sebuah tempat yang sejuk di seputar Gadog, Ciawi. Titik kumpul di samping Mall Ekalokasi, jam 7.59 akhirnya terkumpul 20 goweser yang siap menikmati indahnya gunung geulis dan sekitarnya.
Mengambil jalur jalan tajur kemudian tiba2 masuk ke sebuah gang dan muncul di tepi sungai dekat bendungan Katulampa. Melewati jalur berbatu dan nanjak, akhirnya sampai juga di gunung geulis dengan pemandangan yang takjub, kata Bung Dede mah secuil dari surga...

Nandjak dengan background gunung salak

Lukisan alam
Disini tanjakan dan turunan bervariasi dengan pemandangan Gunung Salak dan Gunung Gede. Dan akhirnya sampailah kita di villa bali yang merupakan villa pribadi milik Tommy Soeharto. Istirahat sejenak untuk menghirup udara segar dan photo session.

Photo bareng di gapura, serasa di Bali...

Perjuangan belum selesai, masih banyak tanjakan2 yang musti ditaklukan dan yang terakhir adalah tanjakan yang berujung di pintu gerbang gunung geulis golf and resort. Setelah itu kita masuk ke area resort dengan turunan yang super tajam,  seorang goweser mencatat kecepatan mencapai 60km/jam.
Sempat istirahat di Warung Ibu Atikah, setelah itu kita masuk ke area golf dan masuk kampung sampai tembus di Bogor Baru. Dan selesailah adventure hari ini.
 
Narsis di depan gerbang Gunung Geulis Golf & Resort
(Pics by Petrus Suryadi)

Bogor MTB Adventure (2) : Gowes Gadog - Rindu Alam

Ya Gadog-Rindu Alam. Bukan Rindu Alam - Gadog seperti biasanya. Rencanannya kami akan gowes nandjak dari Gadog menuju Rindu Alam melalui jalan raya. Mencoba menaklukkan tanjakan-tanjakan di kawasan puncak. Diantara kami, baru Bung Petrus dan Bung Agung saja yang sudah mencoba jalur ini, yang lainnya Bung Otta, Bung Uwi, Bung Dede, Bung Nurdin dan saya belum pernah. "Ya kalo ga' kuat sampai Taman Safari aja", ujar Bung Dede.

Kami sudah berkumpul di Tugu Kujang sejam jam 6.30. Setengah jam berikutnya kami bertujuh sudah siap berangkat. Jalur yang dilalui melalui Perumahan Danau Bogor Raya, kemudian menelusuri jalan ke arah Gadog dengan menyebrangi Sungai Ciliwung. Istirahat sejenak disamping rest area Gadog, sambil menunggu Mang Otta dan Mang Harris sarapan nasi kuning. Sedangkan yang lainnya sudah ngabubur saat di Tugu Kujang tadi. Stamina sudah mulai terkuras, "Kita bukan hanya gowes Gadog - Rindu Alam, tapi Tugu Kujang - Rindu Alam", kelakar Mang Uwi.

Jam menunjukkan angka 8 saat kita memulai perjalanan kembali. Kami mengambil jalan memotong lewat belakang Mess Danamon, menelusuri sisi sungai Ciliwung yang masih jernih. Tidak berapa lama kita sudah sampai di jembatan Gadog. Disini perjalanan sesungguhnya dimulai. Tanjakan-tanjakan menghadang, seolah tiada habisnya. Menemukan jalan datar saja seperti menemukan jalan menurun. Jalanan sudah mulai ramai. Bis-bis mulai wara-wiri, sirine polisi yang mengawal pejabat atau siapa lah- meraung-raung memekakkan telinga. Namun sepertinya mereka tidak peduli dengan kehadiran 7 bikers yang mencoba berbagi jalan menuju puncak. Bung Otta dan Bung Ridwan hampir diserempet motor. Bung hampir menabrak angkot dan saya terjerembab dipepet bis. Mental bener-bener diuji. Selang beberapa lama, akhirnya kita tiba di pompa bensin Cibogo.

Dengan kondisi diatas, ditambah cuaca mulai panas, polusi dari bis-bis penghasil karbon dan stamina yang sudah mulai drop, sepertinya perjalanan sulit untuk dilanjutnya. "Taman Safari tinggal 5km", ujar Bung Petrus sambil mengecek GPS-nya. "Tapi jalannya begini!" jawab Bung Uwi sambil menunjuk keatas. Akhirnya, dengan pertimbangan kondisi diatas, kita sepakat untuk balik kanan, kembali ke Bogor rencananya lewat Rancamaya.

Dalam hitungan menit kita sudah sampai di Baso Seuseupan. Jam menunjukkan angka 9. Waktu yang aneh buat ngebakso. Cocoknya ngemie ayam aja hehehe. Rencananya mau nyaingin 1PDN (Ikatan Penikmat Djalan Nandjak) , jadinya ITAPEKU (Ikatan Penggemar Kuliner) hihihi.. Salut deh buat teman-teman yang sudah menaklukan Gadog-Rindu Alam seperti Bung Dhani, Bung Jusa, Bung Oni, Bung Rio, Bung Thomas, Bung Audi Sr dan beberapa gowelers lainnya. Tips-nya bukan melulu soal teknik. Bukan soal spec sepeda. Bukan soal stamina, tapi mental man, mental. Salute buat mereka!
Dan akhirnya tiba juga di Rancamaya Golf anf Country Estate. Pemandangan yang asri dan segar membuat beberapa bikers sudah menyiapkan aksinya buat photo session, foto keluarga. Sempat juga ditegur satpam karena itu. Perjalanan kembali dilanjutkan, kami melewati komplek kuburan Cina yang megah-megah. "Ga di foto Bung Dede?" tanya saya. "Enggak ah, takut kualat!" jawabnya sambil ngacir, soalnya turunan.
Foto keluarga di Rancamaya sebelum diusir satpam :)

Bogor MTB Adventure (1) : Menembus Kabut Rindu Alam

Kali ini kami akan mengadakan perjalanan ke Puncak, Jawa Barat. Dari Bogor dan beberapa teman dari Jakarta sudah janjian ketemuan di Rumah Makan Sederhana Gadog jam 6 pagi. Dari sana sepeda kami angkut dengan menggunakan angkot menuju Rindu Alam. Satu angkot cukup untuk 5 sepeda, tentu saja harus dipreteli terlebih dahulu. Carter angkot tidak lebih dari Rp 75.000,- Jika Anda pandai menawar dan bisa bahasa sunda bisa Rp 50.000,-
Jam 6.30 kita sudah sampai di Warung Mang Ade. Sebuah warung kopi titik kumpul para goweser. Disini kita bisa menemukan berbagai sticker dari berbagai komunitas sepeda. Sepertinya jika tidak ada sticker yang menempel disini rasanya belum afdol mengaku sebagai Bikers :)
Siap-siap di depan warung Mang Ade (Rindu Alam)
Jam 7 tepat perjalanan dimulai. Menuruni bukit berbatu, melewati portal perkebunan. Biasanya kami memberi uang sekedarnya untuk perawatan trek.  Trek disini termasuk kategori XC Light yaitu Cross Country yang cukup ringan, maka seorang newbie (pemula) dapat menjajal trek ini. Trek disini cukup lengkap, mulai dari turunan dan tanjakan terjal, trek kering-basah, jalan tanah, kerikil, batu, aspal, semua ada. Ditambah dengan pemandangan yang menakjubkan dan udara yang fantastis plus kabut, trek manalagi yang bisa menyaingi? Sampai saat ini, trek ini merupakan trek favorit saya.

Diantara kebun teh Gunung Mas

Menikmati puncak dari sisi yang berbeda
Melintasi jalan tanah
Melewati sungai
Menyusuri bukit-bukit kebun teh, liukan-liukan kecil, jalan kerikil dan akhirnya sampai di tempat Paralayang. Dilanjut ke Gunung Mas melalui jalur-jalur kecil yang dilewati air sungai yang meluap, jalan licin menghadang, perlu ekstra waspada melewatinya. Sampai Gunung Mas kemudian dilanjut ke Taman Safari, kali ini didominasi trek aspal. Selanjutnya, inilah tantangan sesungguhnya: Ngehe-1, jalur tanjakan kombinasi semen-kerikil-batu lepas sepanjang kurang lebih 2 km. Banyak bikers yang menggunakan "caddy" untuk membantu menuntun/mendorong sepedanya.
Tanjakan Ngehe dengan medan  bebatuan lepas
Menelusuri jalan setapak
Udara dingin menerpa
Beberapa bikers  tetep genjot pakai sepeda. Akhirnya finish juga dengan susah payah. Masuk ke Ngehe-2, trek makin terasa berat. Trek full tanah liat plus sempitnya jalur. Ditambah waswas takut diserang tawon. Jalur sudah tidak bisa digowes. Sepeda terpaksa dituntun kurang lebih 1 km+. Setelah habis2an. akhirnya sampai juga di tempat tujuan yaitu  PondokNgehe-2. Kita istirahat sambil makan siang. Setelah selesai, perjalanan kembali dilanjutkan, ternyata tantangan belum selesai, malah semakin gila. Hujan mulai turun. Kabut semakin tebal dan jarak pandang sangat terbatas. Jalur masuk hutan, kemudian melalui jalan-jalan kecil penuh ilalang, turunan terjal dan licin. Disini rem diuji. Bagi yang pake v-brake silahkan menderita. Sepatu rem habis, tangan juga pegel. Banyak yang terpeleset, jatuh dan jumpalitan. Termasuk saya sampe jatuh 3 kali. Pertama: menghindari tabrakan beruntun, Kedua: mata kelilipan lumpur dan ketiga: rem udah blong! Disinilah kita baru mengerti, kenapa sepeda mahal diciptakan. Disinilah gunanya rem cakram, rem hidrolik, protector dan helm.

menembus kabut, menyusuri tebing
Setelah berjibaku dengan medan yang gila-gilaan, akhirnya, sampai juga diujung jalan aspal yang menghubungkan dengan jalan menuju Gadog. Dari sini jalan turun, mulus, sesekali ada tanjakan, dan dalam waktu 15 menit sudah sampai di RM Sederhana. Selesai juga petualangan hari ini.
Tiba di tujuan : Pondok Ngehe 2